kimia terapan

Posted: 10 Januari 2013 in Tak terkategori

“Industri Plastik (Polimer)”

 

 

1. Plastik Konvensional

Plastik merupakan salah satu jenis polimer. Polimer lain yang umum diproduksi selain plastik adalah serat dan karet (elastomer). Polimer sendiri merupakan molekul besar (makromolekul) yang terbangun oleh susunan unit ulangan kimia yang kecil, sederhana dan terikat oleh ikatan kovalen. Unit ulangan ini biasanya setara atau hampir setara dengan monomer yaitu bahan awal dari polimer.

Berdasarkan surve , dari tahun 1970 sampai 2000, konsumsi plastik dunia makin meningkat jauh melebihi logam besi dan baja. Ada alasan-alasan ekonomis yang dapat diterima dalam kecenderungan tersebut. Plastik lebih ringan dan umumnya lebih tahan terhadap korosi. Seperti logam, plastik juga dapat dipadu untuk memperbaiki sifat-sifat fisiknya. Dan jika dihubungkan dengan kenaikan harga energi , plastik bisa diproduksi dan diproses dengan input energi yang lebih rendah daripada logam (Stevens, 2001).

Jika diklasifikasi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan ekonomis dan kegunaanya maka plastik dibagi menjadi  plastik komoditi dan plastik teknik (Platzer , 1981, Gillespie , 1986).

Plastik komoditi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (Stevens, 2001)

–          volume yang tinggi

–          harga yang murah

–          plastik ini bisa dibandingkan dengan baja dan aluminium dalam industri logam

–          sering dipakai dalam bentuk barang pakai-buang (disposable) seperti lapisan pengemas

 

Tabel 1 Contoh dan kegunaan polimer komersial (Stevens, 2001)

Polimer komersial

Kegunaan atau manfaat

Polietilena massa jenis rendah(LDPE)

Lapisan pengemas, isolasi kawat, dan kabel, barang mainan, botol yang lentur, bahan pelapis

Polipropilena (PP)

Botol, drum, pipa, saluran, lembaran, film, isolasi kawat dan kabel

Poli(vinil klorida) (PVC)

Tali, anyaman, karpet, film, bahan bangunan, pipa tegar, bahan untuk lantaui, isolasi kawat dan kabel

Polistirena (PS)

Bahan pengemas (busa), perabotan  rumah, barang mainan

Sedangkan plastik teknik memiliki ciri: (Stevens, 2001)

–          harga yang lebih mahal

–          volume lebih rendah

–          memiliki sifat mekanik yang unggul dan daya tahan yang lebih baik

–          dalam berbagai aplikasi sering bersaing dengan logam, keramik, dan gelas

Contoh : Nylon, polikarbonat, polisulfon, poliester

Jika dilihat dari sifatnya, plastik dibagi menjadi termoplastik dan termoset. Termoplastik mempunyai sifat, jika dipanaskan akan menjadi plastis dan jika terus dipanaskan sampai suhu lebih dari 200º C bisa mencair. Bila temperatur kemudian diturunkan (didinginkan), material plastik akan mengeras dan dapat dibentuk kembali. Termoset setelah diproses menjadi produk tidak dapat kembali seperti bentuk semula. Jika diumpamakan dengan makanan, termoplastik seperti coklat yang dapat mencair dan mengeras berulang kali dan tetap saja kita akan mendapatkan coklat, sedangkan termoset seperti biskuit yang sekali dicetak tidak dapat kembali ke bentuknya lagi (Anonim2, 2009)

Pada saat ini, kebanyakan plastik yang digunakan adalah plastik konvensional. Biasanya plastik konvensional ini berbahan dasar minyak bumi, gas alam, atau batu bara. Penggunaan plastik konvensional yang terbuat dari bahan sintetik  sering mengasilkan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Sampah ini tidak dapat didegradasi oleh mikroorganisme atau lingkungan (Martaningtyas, 2002).

Plastik merupakan industri hilir yang menggantungkan bahan baku pada perusahaan lain.

2. Proses Produksi Plastik

Secara umum proses produksi plastik di industri meliputi tiga tahap yaitu: (Hartono, 1993)

a.       Pelunakan

      Menggunakan panas, sehingga mudah mengalir, dan siap dibentuk oleh cetakan

b.      Pembentukan

      Memanfaatkan tekanan, agar plastik dialirkan dan dibentuk lewat die atau cetakan

c.       Pemadatan

      Bentuk akhir produk dibiarkan memadat

 

 

Berikut adalah teknik pemrosesan plastik berdasarkan sifat plastik yang akan dibuat:

Termoplastik

Termoset

Cetak injeksi

Cetak Kempa

Ekstrusi

Cetak alih/transfer

Cetak embus

Cetak injeksi

Termoforming

Cetak injeksi reaktif

Cetak Putar

Cetak plastik diperkuat

Kalendering

 

 

Tabel 2. Teknik Pemrosesan Plastik (Hartono, 1993)

Dalam tabel diatas, dikenal begitu banyak teknik pemrosesan plastik. Dalam menentukan teknik yang tepat perlu diperhatikan hal-hal berikut: (Hartono, 1993)

  • Apakah komponennya termoplastik ataukah termoset
  • Bentuk komponenya
  • Jumlah produk yang diperlukan dan laju pembuatannya

 

2.1 Poli (vinil klorida) (PVC)

PVC merupakan bahan baku plastik jenis komoditi yang sering digunakan untuk memproduksi bahan bangunan, pipa tegar, bahan untuk lantui, isolasi kawat dan kabel. Jika dilihat dari sifatnya, plastik berbahan baku PVC merupakan termoplastik. PVC dapat dibuat dengan cara Polimerisasi adisi yaitu polimerisasi yang disertai dengan pemutusan ikatan rangkap diikuti oleh adisi dari monomernya yaitu etil klorida (VCM).

(Anonim1, 2009)

Proses pembuatan PVC melalui reaksi Polimerisasi adisi dibutuhkan beberapa materi yaitu Etilena, Garam Indusri (merupakan garam terbaik untuk dilakukan elektrolisis karena kualitas kemurniannya tinggi), dan tenaga listrik.

Dalam proses yang disebut elektrolisis, garam dilarutkan dalam air dan larutan dialiri dengan arus listrik sehingga pada proses ini diproduksi klorin, soda kaustik, dan hidrogen. Secara terpisah, minyak atau gas disuling dan Etilena dapat diproduksi melalui proses pemisahan kimia yang disebut dengan ‘cracking’. Lalu Etilena dan Klorin direaksikan dan ketika Etilena dan klorin bereaksi akan dihasilkan produk yaitu diklorida etilena (EDC); dimana selanjutnya akan dipecah dan dihasilkan monomer etil klorida (VCM), yaitu dasar dari penyusunan poli (vinil klorida) (PVC). Selanjutnnya PVC yang diproduksi dalam bentuk bubuk putih disebut dengan termoplastik Teknik produksi plastik yang tepat untuk bahan baku PVC adalah ekstrusi. Pertama bahan berupa PVC berbentuk butiran atau serbuk dimasukkan dalam corong, di dorong ke screw baja. Dilairkan ke sepanjang bejana (barrel), dan dipanaskan. Kedalaman lekukan screw makin berkurang untuk memadatkan bahannya. Pada ujung ekstruder, lelehan melalui die dalam keadaan panas, lunak, dan mudah dibentuk. Ekstrusi ini harus segera dijaga bentuk dan ukurannya yaitu dengan cara pendinginan menggunakan udara atau air. Dalam proses ekstrusi, ekstrudat yang dihasilkan tidak selalu tepat sama dengan dimensi/ukuran die, yaitu agak lebih kecil. Untuk mengatasi hal ini maka dapat digunakan alat khusus yang mampu mengambil ekstrudat lunak dari die dengan cepat.

  Poliester

            Poliester merupakan bahan baku produksi plastik jenis termoset. Poliester memiliki berat molekul yang tinggi dan titik lebur yang tinggi. Poliester sering digabungkan dengan polimer lain untuk menambah kualitasnya, seperti pada poliester resin yang digabungkan dengan gelas fiber, dapat diperoleh polimer plastik yang kuat, kokoh, tahan terhadap suhu atau tidak mudah meleleh. Contoh pada perahu boat, alat-alat olahraga,dan  alat-alat listrik (Bhatnagar, 2004).

Salah satu jenis poliester adalah polifenil ester. Polimer ini di proses melalui metode polimerisasi kondensasi dengan reaksi sebagai berikut:

 

HOOROH + R’ (COCl)2                      H[OROCOR’CO]nCl + HCl

 

Dengan R’ merupakan aril radikal

Pembuatan polifenil ester di mulai dengan,  bisfenol A dan NaCl direaksikan dalam air. Dan ditambahkan  larutan Sodium Laurat. Rekasi berlangsung lambat setelah penambahan 0,5 mol asam klorida dari asam dikarboksilat yang telah direaksikan dengan pelarut non reaktif. Selama 10 menit dijadikan emulsikan dan dituangkan ke dalam aseton untuk mengendapkan (membentuk koagulasi) polimer. Lalu di saring, dicuci dengan air dan dikeringkan (Bhatnagar, M.S, 2004)

            Polifenil ester merupakan bahan baku plastik jenis termoset. Salah satu teknik produksi plastik yang tepat dengan bahan baku ini adalah dengan menggunakan teknik injeksi. Pertama, bahan baku untuk plastik injeksi berupa plastik raw material yang berupa butiran – butiran kecil plastik (Polifenil ester) di masukkan dalam hopper, setelah pressure, kecepatan dan parameter lainya di setting, plastik raw material (material kasar) akan di panaskan dalam barrel, selanjutnya screw berputar dan mengalirkan plastik yang mulai meleleh, saat plastik akan di injeksikan oleh nozzle, molding unit di tutup oleh clamping unit, setelah di tutup dan di tekan oleh clamping unit plastik di masukkan ke dalam mold unit melalui nozzle. Setelah plastik di masukkan ke dalam molding unit, screw berhenti berputar, lalu clamping unit menarik core mold, sehingga mold terbuka, di lanjutkan dengan melepas produk plastik yang telah dicetak dengan menekan ejektor pada molding unit (Hasnan, 2009)

Plastik Modern

Platik konvensional sudah lama menimbulkan masalah bagi lingkungan. Plastik berbahan baku polimer sintetis minyak bumi tidak dapat didegradasi oleh alam, sehingga menjadi sumber pencemaran di berbagai tempat, terutama di tanah dan air. Namun, seiring perkembangan zaman, telah ditemukan solusi plastik ramah lingkungan atau disebut plastic biodegrdable. Plastic biodegradable merupakan plastik yang terbuat dari bahan-bahan alami antara lain selulosa, pati, kolagen, kasein, protein, khitosan, khitin, atau lipid dari hewan. Bahan-bahan alami ini termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sampah plastik yang dihasilkan dapat didegradasi oleh alam  dan mikroorganisme (Wawan, 2005).

Salah satu sumber bahan baku plastik biodegradable adalah klobot jagung. Klobot jagung memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sekitar 32%, dan sisanya hemiselulosa 32% dan lignin 20% (Hettenhaus, 2002). Sekitar 1 ton klobot jagung yang dihasilkan akan proporsional dengan hasil 1 ton biji jagung. Klobot jagung akan terus meningkat jumlahnya sering meningkatnya panen jagung tiap tahun.

Berikut adalah proses pembuatan polimer biodegradabel dari klobot jagung:

a. Persiapan bahan baku polimer biodegradable

–          Pembuatan serbuk klobot jagung

      Klobot jagung di cuci dengan air, dipotong kecil-kecil sekitar 2 cm dan       dikeringkan dibawah terik matahari. Kemudian dilakukan penggilingan. Serbuk      klobot jagung yang dihasilakan masih mengandung komponen lain terutama    lignin. Lignin dipisahkan dengan menambahkan NaOH dalam konsentrasi pekat.

 

 

–          Pengolahan selulosa dalam serbuk klobot jagung

      Sebagai bahan plastik biodegradable, selulosa di ubah menjadi selulosa asetat         dengan cara mereaksikan selulosa dengan asam asetat, kemudian dengan   anhidrida asetat (CH3CO)2O dan katalis asam mineral. Selulosa asetat         memilki derajat polimerisasi lebih rendah daripada umpan selulosa dikarenakan      terjadinya pemutusan ikatan glukosidik oleh katalis esterifikasi asam (Stevens,      2001)

 

–          Dengan menggunakan teknik thermoforming, pertama polimer dimasukkan kedalam ekstruder yang dilengkapi dengan screw berputar dan sistem pemanasan untuk menjaga bahan tetap lunak. Selanjutnya dicetak menjadi film kemudian dibentuk menjadi produk plastik sesuai dengan cetakan.

 

–     Selulosa dari klobot jagung cenderung kaku sebagai bahan baku plastik, ini disebabkan oleh derajat kristalinasi yang tinggi dari selulosa. Namun, proses asetilasi selulosa telah membuat kekakuan selulosa menurun, sehingga diperoleh plastik selulosa asetat yang elastis. Untuk menjaga kestabilan plastik selulosa maka perlu ditambahkan stabilizer atau disebut juga pemlastis atau plasticizer . contoh pemlastis yang bisa digunakan adalah kanji dan tandan kelapa sawit (TKS, serta asam laktat.)

Daftar dari beberapa polimer penambahan dan menggunakan mereka
Polimer Singkatan Properti Menggunakan
Rendah Density Polyethylene LDPE Kimia inert , fleksibel, isolator Squeeze botol , mainan, pipa fleksibel, penutup isolasi (kabel listrik), enam cincin pack , dll
High Density Polyethylene HDPE Inert, termal stabil , tangguh dan tinggi kekuatan tarik Botol, pipa, isolasi batin kabel coax , kantong plastik, dll
Polypropylene PP Tahan terhadap asam dan alkali , kekuatan tarik tinggi Auto bagian, serat industri, wadah makanan, liner tas, piring, dan sebagai bahan pembungkus untuk tekstil dan makanan
Polystyrene (thermocole) PS Thermal isolator. Sifat tergantung pada bentuk, bentuk diperluas sulit dan kaku Petri piring , kasus CD , sendok garpu plastik
Politetrafluoroetilena PTFE Sangat rendah koefisien gesekan , baik dielektrik sifat, kimia inert Rendah gesekan bantalan , non-stick panci , coating terhadap serangan kimia dll
Polyvinylchloride PVC Isolator Pipa, pagar , kursi taman, tangan-tas, tirai pakaian, non-makanan botol, jas hujan , mainan, vinil lantai dll
Polychlorotrifluoroethylene PCTFE Stabil terhadap panas dan termal serangan, kekuatan tarik tinggi dan non pembasahan katup , segel, gasket dll

“Industri Plastik (Polimer)”

 

 

1. Plastik Konvensional

Plastik merupakan salah satu jenis polimer. Polimer lain yang umum diproduksi selain plastik adalah serat dan karet (elastomer). Polimer sendiri merupakan molekul besar (makromolekul) yang terbangun oleh susunan unit ulangan kimia yang kecil, sederhana dan terikat oleh ikatan kovalen. Unit ulangan ini biasanya setara atau hampir setara dengan monomer yaitu bahan awal dari polimer.

Berdasarkan surve , dari tahun 1970 sampai 2000, konsumsi plastik dunia makin meningkat jauh melebihi logam besi dan baja. Ada alasan-alasan ekonomis yang dapat diterima dalam kecenderungan tersebut. Plastik lebih ringan dan umumnya lebih tahan terhadap korosi. Seperti logam, plastik juga dapat dipadu untuk memperbaiki sifat-sifat fisiknya. Dan jika dihubungkan dengan kenaikan harga energi , plastik bisa diproduksi dan diproses dengan input energi yang lebih rendah daripada logam (Stevens, 2001).

Jika diklasifikasi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan ekonomis dan kegunaanya maka plastik dibagi menjadi  plastik komoditi dan plastik teknik (Platzer , 1981, Gillespie , 1986).

Plastik komoditi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (Stevens, 2001)

–          volume yang tinggi

–          harga yang murah

–          plastik ini bisa dibandingkan dengan baja dan aluminium dalam industri logam

–          sering dipakai dalam bentuk barang pakai-buang (disposable) seperti lapisan pengemas

 

Tabel 1 Contoh dan kegunaan polimer komersial (Stevens, 2001)

Polimer komersial

Kegunaan atau manfaat

Polietilena massa jenis rendah(LDPE)

Lapisan pengemas, isolasi kawat, dan kabel, barang mainan, botol yang lentur, bahan pelapis

Polipropilena (PP)

Botol, drum, pipa, saluran, lembaran, film, isolasi kawat dan kabel

Poli(vinil klorida) (PVC)

Tali, anyaman, karpet, film, bahan bangunan, pipa tegar, bahan untuk lantaui, isolasi kawat dan kabel

Polistirena (PS)

Bahan pengemas (busa), perabotan  rumah, barang mainan

Sedangkan plastik teknik memiliki ciri: (Stevens, 2001)

–          harga yang lebih mahal

–          volume lebih rendah

–          memiliki sifat mekanik yang unggul dan daya tahan yang lebih baik

–          dalam berbagai aplikasi sering bersaing dengan logam, keramik, dan gelas

Contoh : Nylon, polikarbonat, polisulfon, poliester

Jika dilihat dari sifatnya, plastik dibagi menjadi termoplastik dan termoset. Termoplastik mempunyai sifat, jika dipanaskan akan menjadi plastis dan jika terus dipanaskan sampai suhu lebih dari 200º C bisa mencair. Bila temperatur kemudian diturunkan (didinginkan), material plastik akan mengeras dan dapat dibentuk kembali. Termoset setelah diproses menjadi produk tidak dapat kembali seperti bentuk semula. Jika diumpamakan dengan makanan, termoplastik seperti coklat yang dapat mencair dan mengeras berulang kali dan tetap saja kita akan mendapatkan coklat, sedangkan termoset seperti biskuit yang sekali dicetak tidak dapat kembali ke bentuknya lagi (Anonim2, 2009)

Pada saat ini, kebanyakan plastik yang digunakan adalah plastik konvensional. Biasanya plastik konvensional ini berbahan dasar minyak bumi, gas alam, atau batu bara. Penggunaan plastik konvensional yang terbuat dari bahan sintetik  sering mengasilkan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Sampah ini tidak dapat didegradasi oleh mikroorganisme atau lingkungan (Martaningtyas, 2002).

Plastik merupakan industri hilir yang menggantungkan bahan baku pada perusahaan lain.

2. Proses Produksi Plastik

Secara umum proses produksi plastik di industri meliputi tiga tahap yaitu: (Hartono, 1993)

a.       Pelunakan

      Menggunakan panas, sehingga mudah mengalir, dan siap dibentuk oleh cetakan

b.      Pembentukan

      Memanfaatkan tekanan, agar plastik dialirkan dan dibentuk lewat die atau cetakan

c.       Pemadatan

      Bentuk akhir produk dibiarkan memadat

 

 

Berikut adalah teknik pemrosesan plastik berdasarkan sifat plastik yang akan dibuat:

Termoplastik

Termoset

Cetak injeksi

Cetak Kempa

Ekstrusi

Cetak alih/transfer

Cetak embus

Cetak injeksi

Termoforming

Cetak injeksi reaktif

Cetak Putar

Cetak plastik diperkuat

Kalendering

 

 

Tabel 2. Teknik Pemrosesan Plastik (Hartono, 1993)

Dalam tabel diatas, dikenal begitu banyak teknik pemrosesan plastik. Dalam menentukan teknik yang tepat perlu diperhatikan hal-hal berikut: (Hartono, 1993)

  • Apakah komponennya termoplastik ataukah termoset
  • Bentuk komponenya
  • Jumlah produk yang diperlukan dan laju pembuatannya

 

2.1 Poli (vinil klorida) (PVC)

PVC merupakan bahan baku plastik jenis komoditi yang sering digunakan untuk memproduksi bahan bangunan, pipa tegar, bahan untuk lantui, isolasi kawat dan kabel. Jika dilihat dari sifatnya, plastik berbahan baku PVC merupakan termoplastik. PVC dapat dibuat dengan cara Polimerisasi adisi yaitu polimerisasi yang disertai dengan pemutusan ikatan rangkap diikuti oleh adisi dari monomernya yaitu etil klorida (VCM).

(Anonim1, 2009)

Proses pembuatan PVC melalui reaksi Polimerisasi adisi dibutuhkan beberapa materi yaitu Etilena, Garam Indusri (merupakan garam terbaik untuk dilakukan elektrolisis karena kualitas kemurniannya tinggi), dan tenaga listrik.

Dalam proses yang disebut elektrolisis, garam dilarutkan dalam air dan larutan dialiri dengan arus listrik sehingga pada proses ini diproduksi klorin, soda kaustik, dan hidrogen. Secara terpisah, minyak atau gas disuling dan Etilena dapat diproduksi melalui proses pemisahan kimia yang disebut dengan ‘cracking’. Lalu Etilena dan Klorin direaksikan dan ketika Etilena dan klorin bereaksi akan dihasilkan produk yaitu diklorida etilena (EDC); dimana selanjutnya akan dipecah dan dihasilkan monomer etil klorida (VCM), yaitu dasar dari penyusunan poli (vinil klorida) (PVC). Selanjutnnya PVC yang diproduksi dalam bentuk bubuk putih disebut dengan termoplastik (Anonim5, 2008).

 

Contoh :

 

 

 

Teknik produksi plastik yang tepat untuk bahan baku PVC adalah ekstrusi. Pertama bahan berupa PVC berbentuk butiran atau serbuk dimasukkan dalam corong, di dorong ke screw baja. Dilairkan ke sepanjang bejana (barrel), dan dipanaskan. Kedalaman lekukan screw makin berkurang untuk memadatkan bahannya. Pada ujung ekstruder, lelehan melalui die dalam keadaan panas, lunak, dan mudah dibentuk. Ekstrusi ini harus segera dijaga bentuk dan ukurannya yaitu dengan cara pendinginan menggunakan udara atau air. Dalam proses ekstrusi, ekstrudat yang dihasilkan tidak selalu tepat sama dengan dimensi/ukuran die, yaitu agak lebih kecil. Untuk mengatasi hal ini maka dapat digunakan alat khusus yang mampu mengambil ekstrudat lunak dari die dengan cepat.Berikut adalah gambar mesin ekstrusi: (Hartono, 1993)

 

 

Gambar 3. Mesin ekstrusi

2.2 Poliester

            Poliester merupakan bahan baku produksi plastik jenis termoset. Poliester memiliki berat molekul yang tinggi dan titik lebur yang tinggi. Poliester sering digabungkan dengan polimer lain untuk menambah kualitasnya, seperti pada poliester resin yang digabungkan dengan gelas fiber, dapat diperoleh polimer plastik yang kuat, kokoh, tahan terhadap suhu atau tidak mudah meleleh. Contoh pada perahu boat, alat-alat olahraga,dan  alat-alat listrik (Bhatnagar, 2004).

Salah satu jenis poliester adalah polifenil ester. Polimer ini di proses melalui metode polimerisasi kondensasi dengan reaksi sebagai berikut:

 

HOOROH + R’ (COCl)2                      H[OROCOR’CO]nCl + HCl

 

Dengan R’ merupakan aril radikal

Pembuatan polifenil ester di mulai dengan,  bisfenol A dan NaCl direaksikan dalam air. Dan ditambahkan  larutan Sodium Laurat. Rekasi berlangsung lambat setelah penambahan 0,5 mol asam klorida dari asam dikarboksilat yang telah direaksikan dengan pelarut non reaktif. Selama 10 menit dijadikan emulsikan dan dituangkan ke dalam aseton untuk mengendapkan (membentuk koagulasi) polimer. Lalu di saring, dicuci dengan air dan dikeringkan (Bhatnagar, M.S, 2004)

            Polifenil ester merupakan bahan baku plastik jenis termoset. Salah satu teknik produksi plastik yang tepat dengan bahan baku ini adalah dengan menggunakan teknik injeksi. Pertama, bahan baku untuk plastik injeksi berupa plastik raw material yang berupa butiran – butiran kecil plastik (Polifenil ester) di masukkan dalam hopper, setelah pressure, kecepatan dan parameter lainya di setting, plastik raw material (material kasar) akan di panaskan dalam barrel, selanjutnya screw berputar dan mengalirkan plastik yang mulai meleleh, saat plastik akan di injeksikan oleh nozzle, molding unit di tutup oleh clamping unit, setelah di tutup dan di tekan oleh clamping unit plastik di masukkan ke dalam mold unit melalui nozzle. Setelah plastik di masukkan ke dalam molding unit, screw berhenti berputar, lalu clamping unit menarik core mold, sehingga mold terbuka, di lanjutkan dengan melepas produk plastik yang telah dicetak dengan menekan ejektor pada molding unit (Hasnan, 2009)

Berikut adalah gambar mesin cetak injeksi:

 

 

Gambar 4. bagian detail plastic injection machine

 

Plastik Modern

Platik konvensional sudah lama menimbulkan masalah bagi lingkungan. Plastik berbahan baku polimer sintetis minyak bumi tidak dapat didegradasi oleh alam, sehingga menjadi sumber pencemaran di berbagai tempat, terutama di tanah dan air. Namun, seiring perkembangan zaman, telah ditemukan solusi plastik ramah lingkungan atau disebut plastic biodegrdable. Plastic biodegradable merupakan plastik yang terbuat dari bahan-bahan alami antara lain selulosa, pati, kolagen, kasein, protein, khitosan, khitin, atau lipid dari hewan. Bahan-bahan alami ini termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sampah plastik yang dihasilkan dapat didegradasi oleh alam  dan mikroorganisme (Wawan, 2005).

Salah satu sumber bahan baku plastik biodegradable adalah klobot jagung. Klobot jagung memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sekitar 32%, dan sisanya hemiselulosa 32% dan lignin 20% (Hettenhaus, 2002). Sekitar 1 ton klobot jagung yang dihasilkan akan proporsional dengan hasil 1 ton biji jagung. Klobot jagung akan terus meningkat jumlahnya sering meningkatnya panen jagung tiap tahun.

Berikut adalah proses pembuatan polimer biodegradabel dari klobot jagung:

a. Persiapan bahan baku polimer biodegradable

–          Pembuatan serbuk klobot jagung

      Klobot jagung di cuci dengan air, dipotong kecil-kecil sekitar 2 cm dan       dikeringkan dibawah terik matahari. Kemudian dilakukan penggilingan. Serbuk      klobot jagung yang dihasilakan masih mengandung komponen lain terutama    lignin. Lignin dipisahkan dengan menambahkan NaOH dalam konsentrasi pekat.

 

 

Gambar 5. Struktur Bangun Selulosa

 

–          Pengolahan selulosa dalam serbuk klobot jagung

      Sebagai bahan plastik biodegradable, selulosa di ubah menjadi selulosa asetat         dengan cara mereaksikan selulosa dengan asam asetat, kemudian dengan   anhidrida asetat (CH3CO)2O dan katalis asam mineral. Selulosa asetat         memilki derajat polimerisasi lebih rendah daripada umpan selulosa dikarenakan      terjadinya pemutusan ikatan glukosidik oleh katalis esterifikasi asam (Stevens,      2001)

 

 

b. Teknik pembuatan plastic dari selulosa

–          Dengan menggunakan teknik thermoforming, pertama polimer dimasukkan kedalam ekstruder yang dilengkapi dengan screw berputar dan sistem pemanasan untuk menjaga bahan tetap lunak. Selanjutnya dicetak menjadi film kemudian dibentuk menjadi produk plastik sesuai dengan cetakan.

     

 

Gambar 6. Proses Thermoforming

 

–     Selulosa dari klobot jagung cenderung kaku sebagai bahan baku plastik, ini disebabkan oleh derajat kristalinasi yang tinggi dari selulosa. Namun, proses asetilasi selulosa telah membuat kekakuan selulosa menurun, sehingga diperoleh plastik selulosa asetat yang elastis. Untuk menjaga kestabilan plastik selulosa maka perlu ditambahkan stabilizer atau disebut juga pemlastis atau plasticizer . contoh pemlastis yang bisa digunakan adalah kanji dan tandan kelapa sawit (TKS, serta asam laktat.)

Sampingan  —  Posted: 10 Januari 2013 in Tak terkategori

MAKALA PAI

Posted: 13 Desember 2012 in Tak terkategori

BAB 1

Ayat Tentang Anjuran Bertoleransi Dan Etos Kerja

A. Ayat Tentang Anjuran Bertoleransi

QS. Al-Kaafiruun

 

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,

 

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

 

 

 

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

 

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

 

dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

 

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

 

Isi kandungan Surat Al Kafirun Ayat 1 – 6


1. Surat Al kafirun disebut sgb Al Muqasyqisyah atau penyembuh karena kandungan nya menyembuhkan dan menghilang kemusrikan
2. Umat islam menolak usul kaum kafir untuk penyatuan agama dalam rangka mencapai kompromi
3. Mengajak masing-masing untuk melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan tanpa bersikap saling mengganggu

4. Ajakan kaum kafir tidak logis karena setiap ajaran pokok suatu agama berserta perinciannya pasti berbeda.
5 Rasulullah saw. tidak akan menyembah Tuhan orang-orang kafir karena agama mereka bersifat menolak, ingkat, tidak dipercaya, dan mendustakan ayat-aayat dan syariat Allah swt.                     www.Lordvoldemord.wordpress.com

QS. Al-Kahfi 29

 

Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

 

Isi kandungan surat al Kahfi ayat 29


1. Kebenaran yakni sesuatu yang mantap dan tidak mengalami perubahan milik Allah adalah harga mati karena sumbernya hanya allah swt
2. Dengan keterbatas tersebut, siapapun dipersilakan untuk menerinma atau menolak dengan kebenaran tersebut
3. allah swt tidak akan meras rugi dengan kekafiran itu karena justru kerugiaan dan kecelakaan akan menimpa orang yang kafir, mereka termasuk orang yang menganiaya diri mereka sendiri
4. Akibat dari sikap aniaya terhadap diri sendiri adalah menjalani siksa api neraka yang bergejolak.
5. Neraka tersebut memiliki penghalang berupa gejolak api sehingga yang disiksa tidak dapet keluar dan diluarpun tidak dapat menolong

 

Ayat Etos Kerja

QS. Al-Mujaadilah ayat 11

 

Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Isi Kandungan QS. Al-Mujaadilah ayat 11

 

a. Berlapang-lapanglah kita dalam suatu pertemuan/majelis dengan memberikan tempat kepada saudara-saudara kita yang baru datang.

b. Jika pemimpin sidang meminta agar meluangkan beberapa tempat duduk untuk orang-orang yang dihormati, maka hendaklah diikuti permintaan itu.

c. Hendaklah orang-orang yang menghadiri pertemuan atau persidangan, baik yang terlebih dahulu datang maupun yang terbelakang, sama-sama menjaga suasana yang damai, amandan tentram dalam persidangan.

d. meninggikan derajat orang-orang yang berkumpul padanya tiga hal, yaitu orang yang beriman, berilmu dan beramal shaleh

e. Berusahalah mencari ilmu, terutama Ilmu agama agar keimanan kita semakin meningkat.

f. Orang-orang yang beriman dan berilmu lebih mulia dan tinggi derajatnya disisi allah dibanding orang yang beriman tapi tidak berilmu apalagi dengan orang yang berilmuyang tidak beriman.

g. Nilai manusia terletak kepada tingkat keimanannya kepada allah dan tingkat iman tergantung kepada tingkat ilmunya yang ia miliki dan tingkat ilmu juga tergantung kepada’amal yang ia lakukan serta tingkat ’amal tergantung dari keikhlasan hatinya atau apakah karena yang lain.

 

BAB 2

Iman Kepada Hari Akhir

A.  Pengertian Iman Kepada Hari Akhir

Hari akhir menurut bahasa adalah kehancuran atau kebangkitan. Sedangkan menurut istilah hari akhir adalah hari kehancuran alam semesta beserta seluruh isinya kemudian mausia akan dibangkitkan dari alam kuburnya untuk dimintai pertanggungjawaban atas semua amal perbuatannya selama didinuia.

Beriman kepada hari akhir termasuk rukun iman yang ke lima sehingga setiap muslim harus mempercayai akan datangnya hari akhir. Iman kepada hari akhir maksudnya adalah mempercayai dengan seluruh hati bahwa suatu saat alam semesta akan hancur dan manusia akan dibangkitkan dari kubur menuju alam akhirat yang akan kekal selamanya tanpa ada batas waktu akhirnya.

http://www.lordvoldemord.wordpress.com

Kiamat ada dua macam, yakni

1. Kiamat Sughro (Kiamat Kecil)

Kiamat Sughra adalah kiamat kecil yang sering terjadi dalam kehidupan manusia yaitu kematian. Setelah mati roh seseorang akan berada di alam barzah atau alam kubur yang merupakan alam antara dunia dan akhirat.

Kiamat sughra sudah sering terjadi dan bersifat umum atau biasa terjadi di lingkungan sekitar kita yang merupakan suatu teguran Allah SWT pada manusia yang masih hidup untuk kembali ke jalan yang lurus dengan taubat.

2. Kiamat Kubro (Kiamat Besar)

Kiamat kubra adalah kiamat yang mengakhiri kehidupan di dunia ini karena hancurnya alam semesta beserta isinya. Setelah kiamat besar maka manusia akan menjalani alam setelah alam barzah / alam kubur. Kiamat kubra akan terjadi satu kali dan itu belum pernah terjadi dengan kejadian yang benar-benar luar biasa di luar bayangan manusia dengan tanda-tanda yang jelas dan pada saat itu segala amal perbuatan tidak akan diterima karena telah tertutup rapat.

Tanda-Tanda Hari Kiamat Akan Tiba

Kapan akan datang hari kiamat, tidak seorang pun tahu termasuk Nabi Muhammad SAW. Namun kita dapat mengetahuinya dengan memperhatikan tanda-tanda di mana hari kiamat akan datang, yaitu antara lain :

  1. Asap di Timur dan Barat
    2. Munculnya Dajjal
    3. Muncul binatang melata di bumi (Dabatul Ard)
    4. Terbit matahari sebelah barat
    5. Turunnya Nabi Isa AS
    6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
    7. Gerhana di timur
    8. Gerhana di barat
    9. Gerhana di jazirah Arab
    10. Keluarnya api dari kota Yaman yang menghalau manusia ke tempat pengiringannya.

 

Peristiwa Setelah Hari Kiamat:
1. Yaumul Barzah, adalah hari penantian seluruh umat manusia yang telah    meninggal. Yaitu nanti masa       dibangkitkan manusia dari alam kubur untuk menhadap kepada Allah guna mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatan ketika di dunia.
2. Yaumul Ba’as, adalah hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur.
3. Yaumul Mahsyar, adalah hari dikumpulkannya manusia setelah dibangkitkan dari alam kubur, untuk menunggu pengadilan dari Allah SWT.
4.Yaumul Hisab, adalah hari perhitungan amal perbuatan manusia selama selama hidup di dunia.
5.Yaumul Mizan, adalah penimbangan amal perbuatan manusia setelah diperhitungkan baik buruknya selama hidup di dunia.
6. Sirat,  adalah jalur atau jalan penentu dari masing-masing manusia stelah dihisab dan ditimbang amal baik buruknya. Pada tahap ini manuisa akan ditentukan msuk neraka atau masuk surga . Hal ini tergantung amal baik dan amal buruk.
7. Syafaat, adalah pertolongan yang diperoleh umat manusia yang beriman, Islam dan ihsan. Pertolongan tersebut berasal dari amal perbuatan yang baik ketika di dunia. Bagi orang beriman dan beramal saleh kelak pada hari Kiamat akan mendapat syafaat berupa kemudahan dan keringanan dari berbagai kesulitan yang dihadapi.
8.Surga dan Neraka, adalah tempat terakhir pembalasan manusia. Bagi yang beramal baik akan masuk surga dan sebaliknya orang yang beramal buruk akan masuk neraka.

 

 

 

BAB 3

Perilaku terpuji

 

 

 

1.      Adil

Adil berasal dari kata al-‘adl yang artinya “tidak berat sebelah”, “tidak memihak”, atau “menyamakan yang satu dengan yang lain”.

Adil merupakan bentuk sikap yang menempatkan sesuatu pada tempatnya secara proporsional sebagai perintah Allah SWT dan lebih dekat kepada taqwa.

Seorang pemimpin yang berlaku adil, akan menjadi orang pertama yang masuk surga. Sebaliknya seorang pemimpin yang tidak adil, dia akan dimasukkan pertama kali ke dalam neraka. Oleh karna itu, manusia harus selalu berbuat adil di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam tugas kenegaraan.

Firman Allah SWT.dalam Surat an-Nisa’ ayat 135 sebagai berikut

 

 

http://www.lordvoldemord.wordpress.com

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىأَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالأَقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيّا ً أَوْ فَقِيرا ًفَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلاَ تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْ تَعْدِلُوا وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ

خَبِيرا ً

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan (Q.S. an-Nisa : 135)

 

 

Prof.Quraisy Shihab menguraikan tentang makna keadilan dalam bukunya Wawasan Al-Quran hal. 114-116, paling tidak ada empat pengertian adil yang dikemukakan oleh para ulama, yaitu ;
1. Adil dalam arti “sama”
Dalam arti memperlakukan sama terhadap orang-orang, tidak membedakan hak-haknya.

Contohnya keadilan yang dipraktekkan oleh Ali bin Abi Thalib berikut, pernah suatu hari terjadi sengketa diantara Ali bin Abi Thalib dengan seorang Yahudi, yaitu suatu sengketa yang sampai juga ke meja hijau (majlis hukum) dibawah pimpinan Umar bin Khattab guna mendapatkan penyelesaian. Setelah kedua pihak sama-sama datang menghadap Umar, maka berkatalah Umar kepada Ali : “ Ya Abal Hasan, berdirilah berdekatan dengan lawanmu”. Seusai Umar memberikan keputusannya, Umar melihat bahwa diwajah Ali terdapat tanda-tanda kedukaan, maka ujarnya : “ Wahai Ali, mengapa saya lihat anda agak susah ?”. Ali menjawab : “Sebab anda tidak mempersamakan antara saya dan lawan saya, anda memanggil saya dengan sebutan kehormatanku “Abal Hasan “, sedang anda memanggil Yahudi dengan namanya yang biasa”

2. Adil dalam arti “seimbang”
Keseimbangan sangat diperlukan dalam suatu kelompok yang didalamnya terdapat beragam bagian yang bekerja menuju satu tujuan tertentu. Dengan terhimpunnya bagian-bagian itu, kelompok tersebut dapat berjalan atau bertahan sesuai tujuan kehadirannya.

 

3. Adil dalam arti “Perhatian terhadap hak-hak individu dan memberikan hak-hak itu kepada setiap pemiliknya”.
Pengertian inilah yang didefinisikan dengan “menempatkan sesuatu pada tempatnya” atau “memberi pihak lain haknya melalui jalan yang terdekat”. Lawannya adalah kezaliman dalam arti melanggar hak-hak pihak lain. Pengertian ini melahirkan keadilan sosial.

4. Adil yang dinisbatkan kepada Ilahi.
Adil disini artinya memelihara kewajaran atas berlanjutnya eksistensi, tidak mencegah kelanjutan eksistensi dan perolehan rahmat sewaktu terdapat banyak kemungkinan untuk itu”. Keadilan Ilahi merupakan rahmat dan kebaikanNya. Keadilannya mengandung konsekwensi bahwa rahmat Allah swt. tidak tertahan untuk diperoleh, sejauh makhluk itu dapat meraihnya.

 

2.      Rida

Ridha (رِضَى ) menurut kamus al-Munawwir artinya senang, suka, rela. Ridha merupakan puncak ketenangan jiwa seseorang dalam menghadapi apapun yang terjadi. Dalam kehidupan ini seseorang harus mampu menampilkan sikap ridha minimal dalam empat hal:
a. Ridha terhadap perintah dan larangan Allah
Artinya ridha untuk mentaati Allah dan Rasulnya. Pada hakekatnya seseorang yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat, dapat diartikan sebagai pernyataan ridha terhadap semua nilai dan syari’ah Islam.

 

b. Ridha terhadap taqdir Allah.

Ada dua sikap utama bagi seseorang ketika dia tertimpa sesuatu yang tidak diinginkan yaitu ridha dan sabar. Ridha merupakan keutamaan yang dianjurkan, sedangkan sabar adalah keharusan dan kemestian yang perlu dilakukan oleh seorang muslim.
Perbedaan antara sabar dan ridha adalah sabar merupakan perilaku menahan nafsu dan mengekangnya dari kebencian, sekalipun menyakitkan dan mengharap akan segera berlalunya musibah. Sedangkan ridha adalah kelapangan jiwa dalam menerima taqdir Allah swt. Dan menjadikan ridha sendiri sebagai penawarnya. Sebab didalam hatinya selalu tertanam sangkaan baik (Husnuzan) terhadap sang Khaliq bagi orang yang ridha ujian adalah pembangkit semangat untuk semakin dekat kepada Allah, dan semakin mengasyikkan dirinya untuk bermusyahadah kepada Allah.

 

c. Ridha terhadap perintah orang tua.
Ridha terhadap perintah orang tua merupakan salah satu bentuk ketaatan kita kepada Allah swt. karena keridhaan Allah tergantung pada keridhaan orang tua.

Bahkan Rasulullah bersabda : “Keridhaan Allah tergantung keridhaan orang tua, dan murka Allah tergantung murka orang tua”. Begitulah tingginya nilai ridha orang tua dalam kehidupan kita, sehingga untuk mendapatkan keridhaan dari Allah, mempersyaratkan adanya keridhaan orang tua. Ingatlah kisah Juraij, walaupun beliau ahli ibadah, ia mendapat murka Allah karena ibunya tersinggung ketika ia tidak menghiraukan panggilan ibunya

 

d. Ridha terhadap peraturan dan undang-undang negara
Mentaati peraturan yang belaku merupakan bagian dari ajaran Islam dan merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah swt. karena dengan demikian akan menjamin keteraturan dan ketertiban sosial.

Termasuk dalam ridha terhadap peraturan dan undang-undang negara adalah ridha terhadap peraturan sekolah, karena dengan sikap demikian, berarti membantu diri sendiri, orang tua, guru dan sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian mempersiapkan diri menjadi kader bangsa yang tangguh.

 

3.      Amal saleh

Amal berasal dari bahasa arab ‘amal yang berarti pekerjaan. Dalam bahasa Indonesia amal berarti perbuatan baik atau buruk. Secara istilah, amal saleh adalah segala perbuatan yang sesuai dengan dalil akal (rasional), Al-Qur’an, dan sunnah Nabi Muhammad saw.yang dapat membawa kemaksiatan.

 

 

Jenis – jenis amal saleh

Amal saleh dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi perbuatan dan subjek pelakunya. Dari sisi perbuatan, amal saleh terbagi menjadi dua jenis, yaitu amal jariah dan amal ibadah.

Amal jariah adalah perbuatan kebajikan yang dilakukan secara sukarela dengan mengharapkan rida Allah SWT.dan mendatangkan balasan kebajikan bagi yang melakukannya meskipun ia telah meninggal.

BAB 4

Hukum Islam Tentang Keluarga

Pengertian Secara Bahasa
Az-zawaaj adalah kata dalam bahasa arab yang menunjukan arti: bersatunya dua perkara, atau bersatunya ruh dan badan untuk kebangkitan.

Dalam menikah dalam ajaran agama islam ada aturan yang perlu dipatuhi oleh calon mempelai serta keluarganya agar perkawinan yang dilakukan sah secara agama sehingga mendapat ridho dari Allah SWT. Untuk itu mari kita pahami dengan seksama aturan, rukun, pantangan dan persayaratan dalam suatu perkawinan.

A. Syarat-Syarat Sah Perkawinan/Pernikahan

1. Mempelai Laki-Laki / Pria
– Agama Islam
– Tidak dalam paksaan
– Pria / laki-laki normal
– Tidak punya empat atau lebih istri
– Tidak dalam ibadah ihram haji atau umroh
– Bukan mahram calon istri
– Yakin bahwa calon istri halal untuk dinikahi
– Cakap hukum dan layak berumah tangga
– Tidak ada halangan perkawinan

2. Mempelai Perempuan / Wanita
– Beragama Islam
– Wanita / perempuan normal (bukan bencong/lesbian)
– Bukan mahram calon suami
– Mengizinkan wali untuk menikahkannya
– Tidak dalam masa iddah
– Tidak sedang bersuami
– Belum pernah li’an
– Tidak dalam ibadah ihram haji atau umrah

http://www.lordvoldemord.wordpress.com

3. Syarat Wali Mempelai Perempuan
– Pria beragama islam
– Tidak ada halangan atas perwaliannya
– Punya hak atas perwaliannya

4. Syarat Bebas Halangan Perkawinan Bagi Kedua Mempelai
– Tidak ada hubungan darah terdekat (nasab)
– Tidak ada hubungan persusuan (radla’ah)
– Tidak ada hubungan persemendaan (mushaharah)
– Tidak Li’an
– Si pria punya istri kurang dari 4 orang dan dapat izin istrinya
– Tidak dalam ihram haji atau umrah
– Tidak berbeda agama
– Tidak talak ba’in kubra
– Tidak permaduan
– Si wanita tidak dalam masa iddah
– Si wanita tidak punya suami

 

 

5. Syarat-Syarat Syah Bagi Saksi Pernikahan/Perkawinan
– Pria / Laki-Laki
– Berjumlah dua orang
– Sudah dewasa / baligh
– Mengerti maksud dari akad nikah
– Hadir langsung pada acara akad nikah

6. Syarat-Syarat/Persyaratan Akad Nikah Yang Syah :
– Ada ijab (penyerahan wali)
– Ada qabul (penerimaan calon suami)
– Ijab memakai kata nikah atau sinonim yang setara.
– Ijab dan kabul jelas, saling berkaitan, satu majelis, tidak dalam ihrom haji/umroh.

B. Rukun-Rukun Pernikahan/Perkawinan Sah
– Ada calon mempelai pengantin pria dan wanita
– Ada wali pengantin perempuan
– Ada dua orang saksi pria dewasa
– Ada ijab (penyerahan wali pengantin wanita) dan ada qabul (penerimaan dari pengantin pria)

C. Pantangan / Larangan-Larangan Dalam Pernikahan/Perkawinan
– Ada hubungan mahram antara calon mempelai pria dan wanita
– Rukun nikah tidak terpenuhi
– Ada yang murtad keluar dari agama islam

D. Menurut Undang-Undang Perkawinan
– Perkawinan/pernikahan didasari persetujuan kedua calon mempelai
– Bagi calon yang berusia di bawah 21 tahun harus punya izin orang tua atau wali yang masih ada hubungan darah dalam garis keturunan lurus atau melalui putusan pengadilan
– Umur atau usia minimal untuk menikah untuk pria/laki-laki berusia 19 tahun dan untuk wanita/perempuan berumur paling tidak 16 tahun.

Talak

Pengertian
Talak berasal dari kata ithlak (الطَّلاَقُ) yang berarti melepaskan atau meninggalkan Dalam istilah agama talak berarti melepaskan ikata perkawinan atau bubarnya hubungan perkawinan.
 macam-macam talak
 Secara garis besar ditinjau dari segi boleh atu tidaknya rujuk kembali, talak dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Talak raj’i 2. Talak ba’in
1. Talak raj’i yaitu talak yang dijatuhkan oleh suami kepda istrinya yang dijatuhkan bukan sebgai ganti dari mahar yang dikembalikannya
Dan sebelumnya ia belum pernah menjatuhkan talak kepadanya
Sama sekali atau baru sekali saja.
2. talak ba’in
Talak ba’in adalah talak yang ketiga kalinya, talak sebelum istri dikumpuli dan talak dengan tebusan oleh istri kepada suaminya.
Ibmu hazm berpendapat ” talak ba’in adalah talak tiga kali dengan arti sesungguhnya atau talak sebelum dikumpuli saja.
Dalam kitab undang perdata mesir tentang talak ba’in ini terdapat ketentuan tambahan “talak karena cacat suami atau karena pergi tak tentu rimbanya atau karena dipenjara atau karena membahayakan jiwa istrinya.
Fuqoha sependapat bahwa talak ba’in terjadi karena belum terdapatnya pergaulan suami istri, karena adanya bilangan talak tertentu.
Talak ba’in dibagi menjadi dua macam, yaitu:
a. Talak ba’in sughra
Talak ba’in sughra yaitu talak yang terjadi kurang dari kali, keduanya tidak ada hak rujuk dalam masa iddah, akan tetapi boleh dan bisa menikah kembali dengan akad nikah yamg baru selama ia belum menikah dengan laki-laki lain, istri yang ditalak dan belum digauli, maka baginya tidak mempunyai iddah, maka harus akad nikah baru.
Firman allah swt. (S. al- ahzab : 49)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا(الأحزاب : 49)
Artinya: hai orang- orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-kali tidak wajib atas mereka iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. ( QS Al- ahzab 49)
b. Talak ba’in kubra
Talak ba’in kubra yaitu talak yang terjadi sampai tiga kali penuh dan tidak ada rujuk dalam masa iddah maupun dengan nikah baru, kecuali dalam talak tiga sesudah ada tahlil.
Hukum talak ba’in kubra sama dengan ba’in sughra, yaitu memutuskan hubungan perkawinan dan suami tidak ada hak untuk rujuk kembali, kecuali setelah perempuan itu menikah lagi dengan laki-laki lain dan telah digaulinya tanpa ada niat tahlil kemudian bercerai.
Allah swt berfirman :
فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَه …. (البقرة : 230
Artinya:Kemudian si suami menalaknya ( sesudah talak yang kedua ), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain……. ( QS Al-baqoroh [2] : 230
E. Hukum talak
Tentang hukum cerai ini ulama fiqih berbeda pendapat. Pendapat yang paling benar diantara semua itu yaitu yang mengatakan ” terlarang ” kecuali karena alasan yang benar. Mereka yang

berpendapat begini adalah golongan hanbali dan hanafi. Alasannya adalah sabda rasulullah :
 قال النبي صلى الله عليه وسلم : لَعَنَ الله كُلَ دَوَاقٍ مِطْلاَقٍ
Artinya :” Allah melaknat setiap lelaki yang suka mencicipi perempuan kemudian menceraikannya. ( maksudya suka kawin cerai )”.
Golongan hanbali lebih lanjut menjelaskannya secara terperinci dengan baik, yang ringkasannya sebagai berikut :
  Talak itu ada kalanya wajib, haram, mubah, dan ada kalanya sunnah.
  1. Talak wajib yaitu talak yang dijatukan oleh pihak hakam (penengah) karena perpecahan antara suami istri yang sudah berat. Jika hakam berpendapat hanya talaklah jalan satu-satunya untuk mengatasi perpecahan.
2.Talak haram yaitu talak tanpa alasan. Talak ini diaharamkan karena merugikan suami istri. Rasulullah saw bersabda :
قال النبي صلى الله عليه وسلم : لاَضَرَرَ وَلاَضِرَرَ
Artinya : “Tidak boleh berbuat membahayakan dan tidak boleh membalas dengan bahaya.”
Dalam riwayat lain dikatakan bahwa talak serupa ini dibenci. Nabi saw, bersabda:
قال النبي صلى الله عليه وسلم : أَبْغَضَ الحَلاَلَ إِلَى الله الطَّلاَق
Artinya : ” perbuatan halal yang paling dibenci allah adalah talak .”
1.talak sunnah yaitu dikarenakan istri mengabaikan kewajibannya kepada Allah seperti sholat dan sebagainya.
Imam Ahmad berkata : ” Tidak patut mempertahankan istri seperti ini karena hal itu dapat mengurangi keimanan suami, tidak membuat aman ranjangnya dari perbutan rusaknya dan dapat melemparkan kepdanya anak yang bukan dari hukum talak raj’i darah dagingnya sendiri”.
F. Akibat hukum talak
  1. hukum talak raj’i
Talak raj’i tidak melarang mantan suami berkumpul dengan mantan istrinya sebab akad perkawinannya tidak hilang kecuali persetubuhan. Talak ini tidak menimbulkan akibat-akibat hukum selanjutnya selama masih dalam masa iddah istrinya. Apabila masa iddah telah habis, maka tidak boleh rujuk dan berarti perempuan itu telah tertalak ba’in.
 Bila salah seorang meninggal dalam masa iddah, yang lain menjadi ahli warisnya dan mantan suami tetap wajib memberi nafkah kepadanya, selama masa iddah ini zhar, illa’ dan talak suaminya berlaku.
  Jika terjadi kematian, maka mahar yang akan dibayarkan kemudin tidak halal diterima oleh mantan istri, tetapi ia halal menerima sisa mahar yang belum dibayarkan, bila masa iddahnya habis. Rujuk adalah salah satu hak bagi laki-laki dalam masa iddah, ia tidak berhak membatalkannya.
Alasan syafi’i tentang talak memutuskan perkawinan . syakauni berkata ” tampaknya [syafi’i] mengikuti pandapat para sahabat sebab iddah berarti masa memilih dianggap sah kalau dinyatakan dengan ucapan dan perbuatan, yang mana tersirat ayat. Dalam firman allah disebutkan:
…….وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلاحًا…. (البقرة :228)
Artinya : dan suami-suaminya yang berhak merujuknya dalam menanti itu……
  (QS Al- baqoroh [2] : 228 )
 Imam syafi’i berpendapat bahwa rujuk hanya diperbolehkan dengan ucapan terang dan jelas dimengerti. Tidak boleh rujuk dengan rangsangan- rangsangan nafsu birahi. Menurut imam syafii bahwa ” talak itu memutuskan hubungan perkawinan”.
  Menurut abu hanifah dan malik ” merujuk itu bisa dengan perkataan. Misalnya: suami

mengatakan ” ku rujuk istriku ” dan bisa dengan perbuatan.
  Menurut ibnu hazm: jika ia merujuk tanpa saksi bukan disebut rujuk. Dalam firman allah disebutkan:
فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ….. (الطلاق : 2)
Artinya : ” apabila mereka telah mendekati akhir masa iddahnya, maka rujuklah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil diantara kamu….” ( QS At-talaq [65] : 2)
2. hukum talak ba’in sughra
Hukum talak ba’in sughra memutuskan tali suami istri saat talak diucapkan karena ikatan perkawinannya telah putus. Mantan suami berhak untuk kembali kepada mantan istrinya yang tertalak ba’in sughra dengan akad nikah baru, dan mahar baru selama ia belum menikah dengan laki-laki lain. Jika laki-laki ini telah merujuknya ia berhak terhadap sisa talaknya.
3. hukum talak ba’in kubra
Hukum talak ba’in kubra sama dengan talak ba’in sugra yaitu memutuskan hubungan tali perkawinan antara suami dan istri tapi talak ba’in kubra tidak menghalalkan bekas suami merujuknya kembali kecuali sesudah bekas istri itu menikah dengan laki-laki lain dan telah bercerai sesudah dikumpulinya tanpa adanya niat nikah tahli

Rujuk

Prngertian Rujuk

Dari segi bahasa kembali atau pulang. Dari segi istilah hukum syarak rujuk bermaksud mengembalikan perempuan kepada nikah selepas perceraian kurang daripada tiga kali dalam masa idah dengan syarat-syarat tertentu. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berkasih sayang, Seorang suami yang hendak merujuk isterinya tidak perlu mendapatkan persetujuan kepada bekas isteri terlebih dahulu. Tetapi seorang suami yang telah menceraikan isterinya dengan talak satu atau dua, harus baginya untuk rujuk kembali kepada isterinya selama isteri itu masih dalam iddah kerana rujuk adalah hak suami, bukan hak isteri.

Hukum Rujuk

  1. Wajib — Suami yang menceraikan salah seorang daripada isteri-isterinya dan dia belum menyempurnakan pembahagian giliran terhadap isteri yang diceraikan itu.
  2. Haram — Apabila rujuk itu menjadi sebab mendatangkan kemudaratan kepada isteri tersebut.
  3. Makruh — Apabila perceraian itu lebih baik diteruskan daripada rujuk.
  4. Harus — Jika membawa kebahagiaan kepada ahli keluanga kedua-dua belah pihak.
  5. Sunat — Sekiranya mendatangkan kebaikan.

 

 

 

 

 

http://www.lordvpldemord.wprdpress.com

BAB 5

PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA

  • Bukti-bukti Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia
  1. Berita Cina dari Dinasti Tang

Memberitakan bahwa pada sekitar tahun 674 M, orang-orang Ta Shih (orang-orang dari Arab dan Persia) membatalkan niatnya menyerang kerajaan kalingga karena ratu Sima yang berkuasa dikerajaan tersebut masih sangat kuat.

  1. Berita India

Bahwa para pedagang India dari Gujarat mempunyai peranan penting dalam penyebaran agama dan kebudayaan Islam kepada setiap masyarakat yang dijumpainya.

  • Penyebar Agama Islam di Indonesia
  1. Pedagang dari Arab yang mula-mula memperkenalkan agama Islam di Indonesia, kemudian disusul oleh pedagang Islam dari Mesir, Persia dan Gujarat memiliki tugas menyebarkan ajaran Islam sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
  2. Golongan Mubaligh atau guru agama Islam, yaitu  golongan  yang  pekerjaannya memang khusus untuk mengajarkan agama Islam.
  3. Golongan Sufi (ahli tasawuf) diperkirakan masuk ke indonesia sejak abad ke 13.
  4. para wali yang dikenal sebagai wali songo terdiri dari:

Kerajaan – kerajaan Islam di Indonesia

Samudra Pasai terletak di pesisir timur laut Aceh dan merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia, diperkirakan mulai awal atau pertengahan abad ke-13 M dengan raja yang pertamanya adalah Malik al-Saleh dengan pusat kerajaanya ada di Muara Sungai Peusangan. Kerajaan berlangsung sampai abad 1524 M Samudra Pasai ditaklukkan Portugis dan akhirnya pada tahun

1524 M di aneksasi oleh raja Aceh, Ali Mughayat Syah dan selanjutnya ada di bawah pengaruh kesultanan Aceh.

  • Kerajaan Aceh Darussalam

Kerajaan Aceh terletak di Aceh Besar (sekarang), berdiri pada tahun ke-15 M dengan raja Ali Mughayat Syah. Puncak kekuasaan terletak pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1608-1637 M), kerajaan Aceh telah menjalin hubungan dengan kerajaan Turki Usmani pada saat itu. Pada masa itu daerah sekitarnya sudah memeluk Islam kecuali rakyat Batak. Runtuhnya Aceh ketika tonggak kepemimpinan dipimpin oleh seorang perempuan pada tahun 1641-1699, beberapa wilayah taklukannya lepas dan terpecah belah hingga akhirnya pada abad ke-18 M Kesultanan Aceh tinggal bayangan belaka.

  • Kerajaan Demak

Kerajaan Demak merupakan kerajaan pertama di Pulau Jawa dengan rajanya Raden Patah, terjadi kurang lebih sekitar abad ke-15 hingga awal abad ke-16.

Pajang merupakan lanjutan dari kerajaan Demak terletak di Kartasura, kerajaan Pajang merupakan kerajaan pertama di pedalaman pulau Jawa. Sultan pertamanya adalah Jaka Tingkir atau Adiwijaya. Pada masa sejarah Islam di Jawa yang asalnya berada di pesisir pantai kini berpindah ke pedalaman yang membawa akibat besar dalam perkembangan Islam di Jawa. Riwayat kerajaan Pajang berakhir tahun 1618.

  • Kerajaan Mataram

Pendiri kerajaan Mataram adalah Ki Ageng Pamanahan, yang mana mendapat tanah Mataram dari Sultan Adiwijaya (penguasa Pajang) untuk  memberontak Aria Penangsang, dan Ki Ageng Pamanahan mendapatkan kemenangan, hingga akhirnya di sana mulai ditempati pada tahun 1577 M dan menjalankan pemerintahan. Pada masa Sultan Agung kontak-kontak bersenjata antara kerajaan Mataram dengan VOC mulai terjadi.

Konflik datang bertubi-tubi, dalam setiap konflik yang tampil sebagai lawan adalah mereka yang didukung oleh para ulama yang bertolak dari keprihatinan agama, hingga terjadi pemerontakan-pemberontakan yang mengakibatkan runtuhnya Keraton Mataram.

  • Kerajaan Cirebon

Kesultanan Cirebon adalah kerajaan yang pertama yang ada di Jawa Barat, pendirinya adalah Sunan Gunung Jati pada abad ke-16.

  • Kerajaan Banten

Pendiri kerajaan Banten adalah Hasanuddin putra dari Sunan Gunung Jati pada tahun 1568 dan beliau adalah raja pertamanya. Kesultanan bergantian secara turun temurun hingga akhirnya pada masa Sultan Abul Fath terjadi beberapa kali peperangan antar Banten dan VOC yang berakhir dengan disetujuinya perjanjian perdamaian tahun 1659 M.

  • Kerajaan Makassar

Pendirinya adalah Pangeran Samudera atau Sultan Suryatullah / Suryan Syah setelah berhasil menghalau serangan dari Daha berkat bantuan Demak. Kerajaan ini merupakan penerus dari kerajaan Daha yang mayoritas masih menganut agama Hindu-Budha.

  • Kerajaan di Maluku

Sekitar tahun 1460 M raja Ternate, Vongi Tidore memeluk agama Islam, raja yang benar-benar muslim adalah Zayn al-‘Abidin (1486-1500 M), karena usia Islam masih muda di Ternate, Portugis yang tiba dari sana tahun 1522 M, berharap dapat menggantikannya dengan agama Kristen, tetapi usaha mereka hanya mendatangkan hasil yang sedikit.

  • Kerajaan di Sulawesi

Kerajaan ini bernama kerajaan Gowa-Tallo, kerajaan kembar yang saling berbatasan, biasanya disebut kerajaan Makassar. Kerajaan ini terletak di Semenanjung Barat Daya pulau Sulawesi, raja pertamanya adalah Alauddin (1591-1636 M), karena tradisi seorang raja menyampaikan pesan, maka dengan itu kerajaan Soppeng, Wajo, Bone pun akhirnya menerima Islam.

http://www.lordvoldemord.wordpress.com

almet cuping

Posted: 23 November 2012 in foto

ImageImageImageImageImageImageImageImage

almet

Posted: 23 November 2012 in Tak terkategori

ImageImage

almet & kawan yapenda 2

Posted: 14 Oktober 2012 in Tak terkategori

ImageImage

almet anax yapenda 2 wiradesa

Posted: 14 Oktober 2012 in Tak terkategori

Image